Powered By Blogger

Rabu, 26 Januari 2011

laporan 2


LAPORAN 2
PRAKTEK INSTALASI KOMPUTER DAN JARINGAN
ROUTING






                                               
Disusun Oleh :
Dedi indrawan
06190/2008
PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRONIKA








FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2010
A.   TUJUAN

1.       Mampu mengenal dan memahami fungsi Router (perangkat routing) pada jaringan komputer.
2.      Mampu memahami proses Routing pada komputer jaringan.
3.      Mampu melakukan konfigurasi PC Router di dalam lingkungan jaringan yang berbasis Windows.

B.   ALAT DAN BAHAN

1.       Komputer (pada kasus ini menggunakan Komputer dengan Sistem Operasi Windows 2000 Server atau 2003 Server).
2.      Kartu Jaringan (NIC) 2 buah atau lebih.
3.      Kabel Jaringan.
4.     Switch.

C.   TEORI DASAR

1.       Pengertian Router
Router adalah perangkat yang akan melewatkan paket IP dari suatu jaringan ke jaringan yang lain, menggunakan metode addressing dan protokol tertentu untuk melewatkan paket data tersebut. Router memiliki kemampuan melewatkan paket IP dari satu jaringan ke jaringan yang lain yang mungkin memiliki banyak jalur diantara keduanya. Router-router yang saling terhubung dalam jaringan internet turut serta dalam sebuah algoritma routing terdistribusi untuk menentukan jalur terbaik yang dilalui paket IP dari system lain. IP tidak mengetahui jalur keseluruhan menuju tujuan setiap paket. IP routing hanya menyediakan IP address dari router berikutnya yang menurutnya lebih dekat ke host tujuan.
PC Router adalah Personal Computer (PC) yang digunakan sebagai Router (routing) biasanya yang digunakan adalah PC – Multihomed yaitu Komputer yang memiliki dari 2 NIC (Network Interface Card).

Gambar 1 : PC Multihomed


2.      Routing
Routing (Perutean) merupakan cara bagaimana suatu trafik atau laju lintas dalam jaringan dapat menentukan lokasi tujuan dan cara tercepat menuju ke tujuan tersebut sesuai dengan alamat IP yang diberikan.
Perutean secara static dibagi menjadi 2 jenis yaitu :
a.      Default Gateway
b.      Static Router
Penggunaan Default gateway dan static route tersebut diatas dapat kita perhatikan sesuai dengan kebutuhan kita pada saat mendesain suatu jaringan, apakah route yang dibuat agak kompleks atau sederhana.Untuk desain route sederhana kemungkinan besar dapat digunakan dengan menggunakan default gateway. Tetapi seandainya kondisi jaringan sudah begitu kompleks dapat kita menggunakan default gateway dan static route pada titik – titik tertentu.
Perhatikan kondisi jaringan berikut :

Gambar 2 : Default gateway dan static route
Table routing terdiri atas entri – entri rute dan setiap entri rute terdiri dari IP Address, tanda untuk menunjukan ruting langsung atau tidak langsung, alamat router dan nomor interface, lihat table routing di bawah ini :

Gambar 3 : Tabel Routing di Windows 7
Penjelasan tentang Tabel routing diatas :
a.      127.0.0.0 Jaringan Loopback. Tiap datagram yang dikirim ke 127.0.0.0 akan dirutekan ke 127.0.0.1 dan direfleksikan balik.
b.      127.0.0.1 Alamat Network Adapter Host. Perhatikan datagram yang dikirimkan ke alamat ini akan dirutekan kembali ke Loopback.
c.       127.255.255.255 Alamat Broadcast untuk jaringan 127.0.0.1 Entri akan seperti ini harus ditambahkan bila pesan broadcast akan dirutekan ke jaringan remote
d.      224.0.0.0 Alamat multicast yang digunakan secara internal oleh windows
e.      255.255.255.255 Alamat Broadcast local (router tidak meneruskan broadcast ke jaringan lain).

Membuat tabel routing Static

Bentuk perintah route pada Windows NT adalah sebagai berikut :
Route [command] [destination] [mask/netmask] [gateway]
Route menerima 4 option :
·         Add                 menambahkan route ke tabel
·         Delete menghapus route dari tabel
·         Change           mengubah routing pada entri tabel
·         Print    mencetak tabel routing
Destination adalah parameter optional yang menyebutkan alamat jaringan tujuan yang akan disebutkan pada entri tabel routing. Mask adalah netmask dari destination. Gateway adalah parameter optional yang menentukan alamat IP dari gateway yang akan digunakan saat melakukan routing datagram ke tujuan.
Pada topologi jaringan diatas, entri tabel routing pada router A dan router B harus ditambah dengan Static Route agar host pada segmen A dapat berkomunikasi dengan host segmen B.
Pada router A, tambahkan Static Route :
C : >  route add 192.168.2.0 mask 255.255.255.0  192.168.2.1        
C : >  route add 192.168.3.0 mask 255.255.255.0  192.168.2.2

Pada router B, tambahkan Static Route :

C : >  route add 192.168.2.0 mask 255.255.255.0  192.168.2.2
C : >  route add 192.168.1.0 mask 255.255.255.0  192.168.2.1

D.   LANGKAH KERJA
Konfigurasi PC Router dengan default gateway ini sangat mudah dapat kita lakukan dengan :
1.      Siapkan 2 buah komputer yang memiliki 2 buah NIC yang ada di dalamnya dan menggunakan system Operasi Windows 2000 atau 2003 server (PC – Multhihomed)
2.      Siapkan juga 3 buah computer sebagai klien dari PC Router dengan spesifikasi terserah kita (Windows 98, Me, 2000, atau XP)
3.      Konfigurasi jaringan anda seperti gambar dibawah ini.

Gambar 4 : Konfigurasi PC Router dengan Default Gateway
4.      Setelah komputer diset sedemikian rupa sesuai dengan gambar, maka langkah selanjutnya pada PC Router konfigurasikan IP seperti gambar
5.      Karena setiap PC Router memiliki 2 buah NIC maka LAN Properties yang terlihat diatas hanya untuk  2 NIC pada PC Router 1 dan 2 yang terhubung ke jaringan 192.168.1.0.
6.      Kemudian jalankan service routing yang ada pada administration tool pada Windows 2000 server atau Windows 2003 server. Dengan langkah – langkah sebagai berikut :
7.      Pada Windows 2003 buka Start Program Administrative Tools Routing and Remote Access.
8.      Klik Next dan pilih “Custom Configuration”
9.      Klik Next dan ceklist “LAN Routing” terdapat banyak pilihan yang bisa kita buat disana. Tapi untuk konfigurasi dasar ini kita akan konsentrasi pada LAN Routing terlebih dahulu.
10.  Setelah memilih LAN Routing, maka Routing, maka selesai sudah konfigurasi Remote Acces dan Routing untuk tahap awal.
11.  Buka windows “Routing and Remote Access”.
12.  Aktifkan Routing dan Remote Access dengan cara mengklik kanan Server dan klik “Configure and Enable Routing and Remote Access”.
13.  Jika windowsRouting sudah aktif, pada label dekat tulisan server akan berwarna Hijau.   
14.  Konfigurasi selesai dan Router sudah siap digunakan.
15.  Konfigurasi Komputer Klien yaitu computer 1,2 dan 3 sesuai dengan IP Address yang tertera pada desain gambar jaringan yang diatas.
16.  Cetak tabel routing dari PC router A, dengan perintah :
C : >  route print
17.  Lihat rute yang dilalui untuk meneruskan sebuah paket dari satu host ke host yang lain, misalnya dari host 1 (192.168.1.1) ke host 4 (192.168.2.3) dapat dilakukan dengan cara :
C : >  tracert 192.168.2.3
18.  Amati informasi yang ditampilkan, dan lakukan hal yang sama untuk setiap host.
19.  Buat kesimpulan.

E.   EVALUASI

1.      Buat jaringan dengan 2 LAN dan 1 router.
2.      Konfigurasilah IP Address masing – masing PC.
3.      Lakukanlah test koneksi (ping) dan test routing (tracert) dari masing-masing PC ke PC yang lain, lalu isi tabel berikut :
Jawaban :
No
Test Koneksi (ping)
Dari
Ke
Respon
1
192.168.5.2
192.168.5.3
Repply
2
192.168.5.2
192.168.5.4
Repply
3
192.168.5.2
192.168.3.2
Repply
4
192.168.5.2
192.168.3.4
Repply
5
192.168.5.2
192.168.3.3
Repply

C : >  tracert 192.168.5.3
Tracing route to 192.168.5.3
1.       <1ms     <1ms                     <1ms                     192.168.5.3

C : > tracert 192.168.3.3
Tracing route to 192.168.3.3
1.       <1ms     <1ms                     <1ms                     192.168.5.3
2.       <1ms     <1ms                     <1ms                     192.168.3.3
Trace complete

Kesimpulan
Dari percobaan yang telah dilakukan di atas maka dapat diambil kesimpulan bahwa Router memang berfungsi untuk melewatkan paket IP dari suatu jaringan ke jaringan yang lain yang berbeda segmen.
4.      Bangun jaringan topologi dengan 3 LAN A,B, dan C dan 2 router.
5.      Lakukan konfigurasi IP Address pada masing-masing host dan router, sesuaikan dengan gambar jaringan.
6.      Lakukan uji koneksi dengan perintah ping dari setiap PC ke PC yang lain, buat tabel seperti tabel percobaan berikut :
No
Test Koneksi (ping)
Dari
Ke
Respon
1
192.168.5.2
192.168.5.3
Repply
2
192.168.5.2
192.168.5.4
Repply
3
192.168.5.2
192.168.1.2
Request timed out
4
192.168.5.2
192.168.1.3
Request timed out
5
192.168.5.2
192.168.2.3
Request timed out

7.      Agar PC router berfungsi sebagai router, aktifkan layanan routing and remote access pada masing-masing PC router. Lakukan uji koneksi antar masing-masing PC, lalu buat tabel percobaan uji koneksi seperti tabel berikut :
No
Test Koneksi (ping)
Dari
Ke
Respon
1
192.168.5.2
192.168.5.3
Repply
2
192.168.5.2
192.168.5.4
Repply
3
192.168.5.2
192.168.1.2
Request timed out
4
192.168.5.2
192.168.1.3
Request timed out
5
192.168.5.2
192.168.2.3
Repply

8.      Tambahkan static route pada PC router 1
C : >  route add 192.168.2.0 mask 255.255.255.0  192.168.2.1
C : >  route add 192.168.5.0 mask 255.255.255.0  192.168.2.2

9.      Tambahkan static route pada PC router 2
C : >  route add 192.168.2.0 mask 255.255.255.0  192.168.2.2
C : >  route add 192.168.1.0 mask 255.255.255.0  192.168.2.1

10.  Cetak tabel routing dari setiap PC router, amati informasi yang ditampilkan!
11.  Setelah dilakukan penambahan entri tabel routing, lakukan uji koneksi antar masing-masing PC, lalu buat tabe percobaan uji koneksi seperti tabel
Berikut :
No
Test Koneksi (ping)
Dari
Ke
Respon
1
192.168.5.2
192.168.5.3
Repply
2
192.168.5.2
192.168.5.4
Repply
3
192.168.5.2
192.168.1.2
Repply
4
192.168.5.2
192.168.1.3
Repply
5
192.168.5.2
192.168.2.3
Repply

12.  Dengan perintah tracert, lihat rute yang dilalui untuk meneruskan sebuah paket dari masing-masing host ke host yang lain, amati informasi yang ditampilkan.
C : >  tracert 192.168.5.3
Tracing route to 192.168.5.3
2.       <1ms     <1ms                     <1ms                     192.168.5.3
Trace complete

C : > tracert 192.168.3.3
Tracing route to 192.168.3.3
3.       <1ms     <1ms                     <1ms                     192.168.5.3
4.       <1ms     <1ms                     <1ms                     192.168.3.3
Trace complete

C : > tracert 192.168.2.1
Tracing route to 192.168.2.1
5.       <1ms     <1ms                     <1ms                     192.168.5.3
6.       <1ms     <1ms                     <1ms                     192.168.3.3
7.       <1ms     <1ms                     <1ms                     192.168.2.1
Trace complete
13.  Bandingkan hasil masing-masing percobaan uji koneksi, dan buat kesimpulan.

Kesimpulan :
Dalam pemakaian router dalam jaringan yang lebih dari 2 membutuhkan pemasukan static route sehingga dapat menyambungkan 3 atau lebih jaringan dan bisa berhubungan antara satu komputer dengan komputer lain pada jaringan yang berbeda. Jika tidak menggunakan static route maka sambungan akan terputus dari jaringan yang berbeda.

F.    TUGAS

1.      Membangun jaringan komputer dengan 3 LAN dan 4 router.
2.      LAN A, B, C
3.      LAN A dengan 2 komputer router 1 :
·         NIC 1         : 192.168.5.1
·         NIC 2         : 192.168.6.1
·         IP Address : 192.168.5.2 dan 192.168.5.3
·         Gateway    : 192.168.5.1
4.      LAN B dengan 1 komputer router 2 :
·         NIC 1         : 192.168.6.1
·         NIC 2         : 192.168.7.1
·         IP address  : 192.168.6.2
·         Gateway    : 192.168.6.1
5.      LAN C dengan 2 komputer router 3 :
·         NIC 1         : 192.168.7.1
·         NIC2          : 192.168.8.1
·         IP Address : 192.168.8.2 dan 192.168.8.3
·         Gateway    : 192.168.8.1
6.      Router 4 dengan :
·         NIC 1         : 192.168.5.1
·         NIC 2         : 192.168.8.1

7.      Static Route :
Router 1
C : >  route add 192.168.5.0 mask 255.255.255.0  192.168.5.1
C : >  route add 192.168.6.0 mask 255.255.255.0  192.168.5.2
C : >  route add 192.168.5.0 mask 255.255.255.0  192.168.5.1
C : >  route add 192.168.7.0 mask 255.255.255.0  192.168.5.2
C : >  route add 192.168.5.0 mask 255.255.255.0  192.168.5.1
C : >  route add 192.168.8.0 mask 255.255.255.0  192.168.5.2
Router 4
C : >  route add 192.168.8.0 mask 255.255.255.0  192.168.8.1
C : >  route add 192.168.7.0 mask 255.255.255.0  192.168.8.2 C : >  route add 192.168.8.0 mask 255.255.255.0  192.168.8.1
C : >  route add 192.168.6.0 mask 255.255.255.0  192.168.8.2
C : >  route add 192.168.8.0 mask 255.255.255.0  192.168.8.1
C : >  route add 192.168.5.0 mask 255.255.255.0  192.168.8.2
Router 2
C : >  route add 192.168.6.0 mask 255.255.255.0  192.168.6.1
C : >  route add 192.168.5.0 mask 255.255.255.0  192.168.6.2
C : >  route add 192.168.6.0 mask 255.255.255.0  192.168.6.1
C : >  route add 192.168.7.0 mask 255.255.255.0  192.168.6.2
C : >  route add 192.168.6.0 mask 255.255.255.0  192.168.6.1
C : >  route add 192.168.8.0 mask 255.255.255.0  192.168.6.2

8.      Tabel routing dari setiap PC router :

No
Test Koneksi (ping)
Dari
Ke
Respon
1
192.168.5.2
192.168.5.3
Repply
2
192.168.5.2
192.168.6.2
Repply
3
192.168.5.2
192.168.8.2
Repply
4
192.168.5.2
192.168.8.3
Repply
5
192.168.6.2
192.168.5.2
Repply
6
192.168.6.2
192.168.8.2
Repply
7
192.168.8.2
192.168.6.2
Repply
8
192.168.8.2
192.168.5.2
Repply

9.      Tracert
C : > tracert 192.168.5.3
Tracing route to 192.168.5.3
1.       <1ms     <1ms                     <1ms                     192.168.5.3
Trace complete

C : > tracert 192.168.6.2
Tracing route to 192.168.6.2
1.       <1ms     <1ms                     <1ms                     192.168.5.2
2.       <1ms     <1ms                     <1ms                     192.168.6.2
Trace complete

C : > tracert 192.168.8.2
Tracing route to 192.168.8.2
1.       <1ms     <1ms                     <1ms                     192.168.5.2
2.       <1ms     <1ms                     <1ms                     192.168.6.2
3.       <1ms     <1ms                     <1ms                     192.168.7.2
4.       <1ms     <1ms                     <1ms                     192.168.8.2
Trace complete


G.   KESIMPULAN
1.      Router berfungsi untuk melewatkan paket IP dari satu jaringan ke jaringan lainya
2.      Routing berfungsi untuk menetukan lokasi tujuan dengan alamat IP yang di berikan.







SELESAI